|
r_rahmania'S BOOKS
LAST UPDATED BOOKS
|
cinta pertamaku
S I N O P S I S ---- aku baru saja duduk di kelas 1 smp. aku bingung mau berteman siapa tapi aku melihat ada temanku sewaktu sd dahulu. "hai novi kamu sekolah disini?." Tanyaku yang sangat penasaran "iya nih, ga nyangka bisa masuk sekolah yang unggulan di daerah setiabudi." "ah lo bisa aja. gw malu nih nov di sekolah baru" "yeh mang lo doank yang malu gw juga, dah ya gw mau ke toilet dulu deh lo mending kenalan aja ma temen temen baru kita." nasihat novi kepadaku. ya akhirnya aku mulai berbaur dengan teman baruku. aku tertarik dengan seseorang. ciri cirinya anaknya memang botak, tapi yang membuatku tertarik dia anaknya pendiam. akhirnaya kuberanikan diri untuk berkenalan. "hai kenalan dong. nama kamu siapa? kalau aku rizki cukup panggil kiki aja yah." tanyaku yang sok kenal gitu :P :D "hai juga, namaku yoga. salam kenal ya!." "hey kenapa kamu tidak berbaur sama anak anak yang lainnya?" "hm... karena aku sedang sakit." "hem.. kalau boleh tau, kamu sakit apa? yoga?." tanyaku yang sangat penasaran. "aku sakit karena penyakitku kalau tidak salah namanya kelenjar getah bening." jawab yoga dengan tenang. karena aku merasa bersalah bertanya hal yang aneh akhirnya aku minta maaf. "maaf ya aku bertanya yang menyinggungmu" "tidak kok aku senang ada yang mau mengajak ngobrol aku" jawab yoga dengan riang. aku penasaran kenapa yoga berkata seperti itu. aku tanya lagi karena aku ini anaknya pingin tau urusan yan aneh aneh sih. "yoga memangnya anak anak yang lain kenapa sih tidak mau kenalan sama kamu, padahal kamu enak juga loh diajak ngobrol!." aneh yoga malah ketawa. hingga bikin aku cemberut. dia hanya mengatakan "tidak apa apa kok. mungkin mereka semua sudah tau tentang keadaanku jadi mereka takut." aku diam tidak bisa berkata apa apa. tapi sejak saat itu aku berkenalan aku semakin akrab dengannya sering bercanda ngobrol. tapi yang membuatku penasaran karena akhir akhir ini yoga sering izin sekolah dengan alasan sakit. akhir berfikir apa yoga sakitnya tambah parah?. kalau pun berdoa mudah mudahan beban yang yoga tanggung terasa ringan. hingga suatu hari yoga masuk sekolah, walau jarang sekolah yoga termasuk anak yang sangat pintar bahkan nilai nya sangat perfect sekali sekalu saja 10. aku menganggapnya temanku yang paling baik dan pintar. kalau aku perhatikan ranbut yang ada dikepalanya semakin hari selalu rontok. aku selalu perhatikan dia entah yoga sadar atau tidak. hingga 3 bulan berturut - turut yoga sama sekali tidak masuk sekolah. aku gelisah entah perasaan apa itu. sampai aku curhat ke novi "hey novi. kenapa ya aku akhir akhir ini sering banget mikirin yoga. masa sih.... kalau aku suka yoga.... tapi kenapa ya sudah 3 bulan tidak masuk sekolah... aku kangen...." "halah! kiki lo tuh beneran nyukain yoga?" "iyaa..... novv...."jawabku dengan lirih. "duh, masa sih!. hem.. lo tau dia sakit apa ki?" "waktu pertama kali ketemu sih dia bilang sakit kelenjar getah bening. tau tuh penyakit apa!." "ya udah kalau lo suka yoga lo doain aja biar cepet sembuh ki." "yee... tiap hari kalee..... dodol lo nov" "yaw dah deh udah adzan zuhur tuh. shalat dulu sana!" "ok bos novi" semenjak saat itu aku selalu mendoakannya. hingga ada kabar duka yang datang kepadaku. "anak anak hari ini ibu mau mengkabarkan kabar duka teman kalian." ibu guruku berkata dengan sedih. "memang apa bu?" tanya ketua kelas. "begini. Teman kalian yang bernama yoga telah berpulang ke rahmatullah."kata guruku yang sedang sedih. aku menangis mendengarnya aku tak kuat mendengar bahwa yoga sudah dipanggil oleh allah swt. aku sedih.... setelah adzan zuhus guruku mengajak anak anak sekelas untuk ngelayat ke rumah yoga. aku pun ikut. sesampainya aku menangis lagi karena aku melihat jenazah yoga yang sudah dikafankan. dan siap untuk dikuburkan. "nov.... aku udah.. ga bisaa ketemu yogaa lagi novv......" kalimat iu terlontar dari mulutku ketika jenazah yoga mau dimasukkan ke dalam mobil jenazah. "udah ki, relain aja semua kejadian ini. gw tau itu mungkin cinta pertama lo. walau gw ga tau bagai mana rasanya kehilangan orang yang kita suka. lebih baik lo wudhu aja biar tenang." setelah wudhu memang aku sudah merasa tenang. tapi aku masih sedih. aku ikut ke tempat pemakaman yoga berserta seluruh teman sekelasku, dan keluarga yoga. memang perasaanku sedih. tapi 2 tahun kemudian ketika aku duduk di kelas 3 smp. aku sering bermimpi bahwa yoga ada di mimpiku. dia menyemangatiku agar aku rajin belajar agar aku bisa mencapai cita-cita. hingga saat ini bayang bayang kenangannya terus membayangi hatiku.. walau perih hatiku... tapi aku selalu mengenangnya. aku akan selalu mengingatnya jauh di dalam lubuk hatiku. | ||